Showing posts with label yg membingungkan. Show all posts
Showing posts with label yg membingungkan. Show all posts

Sunday, May 30, 2010

Tuhan dan Tukang Cukur

Alkisah, ada seorang tukang cukur sedang melayani pelanggannya. Dimulailah Percakapan antara tukang cukur dan pelanggannya.

Tukang cukur: "Saya tidak percaya Tuhan itu ada!!!"

Pelanggan: "Loh, Tuhan itu ada. Kenapa Anda tidak percaya?"

Tukang cukur: "Bapak lihat orang miskin disana? dia kelaparan, tidak punya saudara, tidak terurus. Apabila Tuhan benar-benar ada, mengapa orang itu tidak dibantu oleh Tuhan? Itu pertanda Tuhan itu tidak ada."

Pelanggan: . . . (terdiam)

Setelah selesai potong rambut, pelanggan itu pergi dari tempat tukang cukur. Tidak lama kemudian pelanggan itu datang kembali, dan mulailah dialognya.

Pelanggan: "Saya juga tidak percaya Tukang cukur itu ada!!!"

Tukang Cukur: "Loh, Bagaimana tidak ada? saya ada di depan Anda!!!"

Pelanggan: "Anda lihat pengemis yang berambut panjang tak terurus itu? Kalo tukang cukur benar-benar ada, pasti pengemis itu rambutnya akan rapih"

Tukang Cukur: "Loh, itu salah dia sendiri TIDAK DATANG PADA SAYA, DAN MEMINTA SAYA untung memotong rambutnya!!!"

Pelanggan: "Sama seperti Tuhan, Tuhan itu tidak akan datang menolong kita apabila kita TIDAK DATANG PADA TUHAN, DAN MEMINTA PADA TUHAN" []

Monday, March 1, 2010

Ilmu atau Amal?

Ilmu dan amal adalah dua hal yang selalu dipertentangkan orang; mana yang lebih penting di antara keduanya. Sebagian mengatakan bahwa ilmulah yang aula (utama) dalam keberagamaan seseorang. Sebab, dengan ilmulah seseorang dapat mengubah "tindakan" menjadi sebuah "amal". Tanpa ilmu, tindakan tak lebih dari "seonggok" aktivitas fisik yang tak bernilai. Sementara, sebagian yang lain mengatakan bahwa amallah yang lebih utama. Sebab, penilaian dilakukan terhadap amal, bukan kepada sesuatu yang belum dilakukan. Pahala dan siksa hanya layak dijatuhkan atas perbuatan manusia, bukan sesuatu yang masih berupa angan-angan dan pemikiran dalam dirinya.

Memang, kalau kita tilik teks-teks keagamaan, keduanya bukanlah sesuatu yang patut dipertentangkan. Bahkan, pada dasarnya keduanya adalah satu; amal tanpa ilmu bukanlah amal, dan ilmu tanpa amal, bukanlah ilmu, sebagaimana dikatakan oleh Ja'far al-Shadiq ra. Al-Quran juga mengatakan bahwa Kalimat al-Thayyibah (ilmu dan makrifah kepada Allah)-lah yang akan terbang (sampai) kepada-Nya, sementara amal saleh berfungsi mengangkatnya. Tauhid, makrifah, dan pengenalan itulah yang sampai kepada Allah, sementara amal saleh tak ubahnya sebagai roket pendorong yang menghampirkan hal-hal tersebut kepada Allah. Tentu saja, tanpa ilmu, tak ada yang akan dibawa oleh sang roket, sementara tanpa amal, ilmu bersangkutan akan tetap berada di landas pacu.

Tentang mana yang lebih dahulu mesti diraih; ilmu ataukah amal, dapat dikatakan bahwa dengan ilmulah seseorang dapat melakukan amal. Dengan demikian, ilmu harus diraih terlebih dahulu, baru dengannya dapat melakukan amal. Akan tetapi, ilmu yang sesungguhnya (yaitu pengenalan akan Allah, dan ini yang dimaksud dengan "ilmu" di sini) adalah "pemberian" dari Allah Swt. Oleh karena itu, ia membutuhkan syarat-syarat tertentu untuk "hadir" ke dalam diri manusia. Syarat dimaksud adalah ketakwaan. Dan ketakwaan termasuk jenis "amal". Sehingga, dengan demikian, amallah yang harus tersedia lebih dahulu agar seseorang memperoleh ilmu. Karena itu, Allah Swt berfirman: Bertakwalah kalian kepada Allah, maka Allah akan memberikan ilmu kepada kalian.

Begitulah, ilmu membawa seseorang kepada ketakwaan pada peringkat tertentu. Dengan ketakwaan ini, dia memperoleh ilmu pada peringkat yang lebih tinggi. Dengan ilmu yang lebih tinggi ini, dia dapat mencapai peringkat ketakwaan yang lebih tinggi, yang dengannya meraih ilmu yang lebih tinggi lagi. Begitu seterusnya, Ini tampak rumit, tapi Anda jangan khawatir, kupasan ini cukup hanya sampai di sini saja...

Sunday, September 6, 2009

Teka-Teki Kehidupan

Ada 5 buah rumah yang masing2 memiliki warna berbeda.
Setiap rumah dihuni satu orang pria dgn kebangsaan yang berbeda2.
Setiap penghuni menyukai satu jenis minuman tertentu,
merokok satu merek tertentu dan
memelihara satu jenis hewan tertentu.

Tidak ada satupun dari kelima orang tersebut yang minum-minuman yang
sama, merokok merek rokok yang sama dan memelihara hewan yang sama seperti penghuni yang lain.

PERTANYAANNYA : SIAPAKAH YANG MEMELIHARA IKAN ???

Petunjuk :

- Orang Inggris tinggal di rumah yang berwarna merah.
- Orang Swedia memelihara Anjing.
- Orang Denmark senang minum teh.
- Rumah berwarna hijau terletak tepat di sebelah kiri rumah berwarna putih.
- Penghuni rumah berwarna hijau senang minum kopi.
- Orang yang merokok Pall Mall memelihara burung.
- Penghuni rumah yang di tengah2 senang minum susu.
- Penghuni rumah berwarna kuning merokok Dunhill.
- Orang Norwegia tinggal di rumah paling pertama.
- Orang yg merokok Marlboro tinggal di sebelah orang yg memelihara kucing.
- Orang yang memelihara kuda tinggal di sebelah orang yang merokok Dunhill.
- Orang yang merokok Winfield senang minum bir.
- Di sebelah rumah berwarna biru tinggal orang norwegia.
- Orang Jerman merokok Rothmans.
- Orang yang merokok Marlboro bertetangga dengan orang yang minum air.

Albert Einstein menyusun teka-teki ini pada sekian abad yang lalu.
Dia menyatakan 98 % penduduk di dunia tidak mampu memecahkan teka-teki ini.
Apakah anda termasuk yang 2% ?

Selamat mencoba !!!

Friday, August 21, 2009

Alasan Terselubung Dibalik Kecanduan Facebook

Dahulu kala, Friendster memang pernah cukup populer di Indonesia. Namun tidak seperti Facebook saat ini, apalagi ditambah dengan hadirnya ponsel kategori smartphone semacam iPhone ataupun BlackBerry yang dapat diinstal aplikasi Facebook ke dalamnya; sejauh mata memandang mulai dari anak-anak sekolahan sampai para executive kantoran rajin melatih jempol dengan menari-nari diatas keypad BB sembari berjalan di mall, nongkrong di cafe, mengantri bioskop, dan sebagainya.

Dan bisa ditebak, pada umumnya mereka sibuk ber-Facebook ria (mengupdate status dan mengupload foto hasil jepretan sekitar). Trus faktor apa saja sih yang membuat Facebook mampu merubah mereka menjadi manusia autis?

Facebook Alasan standar:
* Bertemu teman-teman lama: Sebagian berpikir “ah ini nih cewek yang dulu gue incer waktu masih SMA, masi cantik nih aja gw pepet lagi ah”. Sebagian lagi merasa sangat beruntung ketika melihat lagi wajah-wajah para target cinta pertama yang dulu tidak kesampaian, karena sepertinya setelah dilihat-lihat dan dipikir-pikir jadi sadar telah dibutakan oleh cinta.
* Cari jodoh: Kalau alasan ini sih sudah ada sejak zaman chatting via mIRC ya?
* Dokumentasi perjalanan hidup.

Alasan diatas sudah biasa, berikut adalah alasan terselebung di balik semua itu:
* Upload foto di cafe: Nunjukin ke teman-teman khususnya teman sekolah jadul kalau “Sekarang gw udah ga culun lagi looh, gw sering dugem, cafe to cafe dan punya bokin cakep, sexy, kaya lagih!”.
* Update status apa saja setiap menit (yang biasanya gak penting): Gue bak selebritis yang perlu memberi kabar apa yang sedang gue lakukan setiap detiknya. Dan yang pasti gw juga melek internet, gak gaptek.
* Update status “dinner@….” atau upload foto dengan latar belakang restoran: Mampu makan malam di resto sama bokin (padahal bukan weekend loh).
* Update status “akirnya beres juga kerjaan gw” atau “horee baru deal 2 project hari ini!”: gue bukan pengangguran dan masa depan gw tidak suram.
* Update status “baru beli barang-x nih”: kepercayaan diri mungkin kurang dibina sejak kecil.
* Upload foto bersama mobil andalan: Dulu gue emang naek sepeda ke sekolah kadang-kadang nebeng lagih, sekarang coba liat donk gue dan Jazz putih full spoiler atas-bawah gw.
* Upload foto anak: Anak gw lucu kan.
* Upload foto pre-wed/wedding: Jelek-jelek gini gw bisa kawin juga loch!
* Upload foto liburan/tugas kantor ke luar negeri: Gue sering bolak-balik luar negeri. Lu pernah ga?

Benar atau tidaknya analisis diatas, silahkan teman-teman yang menghakimi sendiri. Bila ada yang tersinggung, resiko ditanggung sendiri! []

Tuesday, August 4, 2009

Hasil Survei Online di China: Pelacur Lebih Dipercaya Ketimbang Pejabat


Sebagian besar responden menempatkan PSK ke peringkat 3 di bawah petani dan rohaniwan

Kendati masih dianggap sebagai profesi yang hina, pelacur ternyata lebih dipercaya ketimbang pejabat pemerintah. Demikian menurut para peserta suatu survei lewat internet yang diselenggarakan oleh pengelola sebuah majalah di China selama Juni dan Juli lalu.

Laman harian The China Daily, Selasa 4 Agustus 2009, mengomentari suatu jajak pendapat yang dilakukan Pusat Penelitian Majalah Xiaokang atas lebih dari 3.000 responden. Survei itu meminta responden untuk menyebut profesi yang paling kredibel.

Hasilnya, cukup mencengangkan. Sebagian besar responden menilai bahwa pekerja seks komersil (PSK) berada di urutan ketiga sebagai orang yang layak dipercaya. Tempat pertama diduduki oleh petani dan diikuti oleh pemuka agama.

Di bawah PSK adalah tentara dan mahasiswa sebagai orang yang terpercaya. Sebaliknya, pejabat pemerintah, ilmuwan, dan guru malah menduduki peringkat bawah sebagai orang yang layak dipercaya.

Sebagai surat kabar pemerintah, China Daily merasa prihatin atas hasil survei dari Majalah Xiaokang. Dalam kolom editorialnya, China Daily menilai bahwa hasil daftar itu mengejutkan sekaligus memalukan. "Pekerja seks secara tak terduga menduduki peringkat terhormat. Ini merupakan sesuatu yang tak biasa," demikian editorial China Daily.

Harian itu pun memahfumi bila pejabat pemerintah kalah kredibel dibandingkan dengan PSK. "Berdasarkan sejumlah skandal yang menimpa para elit, posisi mereka tidak begitu buruk. Minimal, mereka tidak sampai terjerumus ke kelompok terbawah atau yang paling tidak dipercaya, yaitu developer real estat, sekretaris, agen, penghibur, dan direktur," demikian ungkap China Daily. [vivanews]

Sunday, August 2, 2009

Inilah Fakta Dibalik Mitos-mitos Seks


Mitos tentang seks menjadi momok bagi mereka yang baru berkenalan dengan aktivitas ini. Lebih sedikit Anda tahu, lebih besar risiko yang dihadapi. Temukan fakta dari enam mitos seks berikut.

Mitos 1 Tak Bisa Hamil Jika Lakukan Seks Sambil Berdiri
Faktanya, sperma merupakan perenang kelas olimpiade dengan satu misi utama, menemukan sel telur dan membuahinya. Mitos yang berdasarkan asumsi teori gravitasi tersebut dinilai salah. Teori dimana sperma semakin sulit untuk berenang melawan gravitasi membuat semakin sulit untuk hamil, tidaklah benar. Sperma dapat berenang ke segala arah, dan mereka berenang sangat cepat.

Mitos 2 Tak Bisa Hamil Jika Ejakulasi di Luar
Apakah Anda berpikir jika seorang pria tidak melakukan ejakulasi di dalam, maka tidak akan ada sperma yang akan bersentuhan dengan sel telur? Anda salah.
Pria menghasilkan, dalam jumlah sangat sedikit, cairan yang disebut “pra ejakulasi” yang melekat dengan sperma. Pria mampu mengeluarkannya kapan pun selama melakukan seks tanpa menyadarinya. Sekalipun pasangan Anda mengeluarkan “tongkat”nya sesaat sebelum ejakulasi, sangat ungkin mereka telah mendepositkan sperma.

Mitos 3 Gunakan Vibrator Bikin Kecanduan
Faktanya, jika Anda mengalami klimaks lebih cepat dan lebih mudah dengan bantuan vibrator, alat tersebut tidak akan merusak kemampuan Anda untuk mencapai orgasme denga pasangan. Anda akan tetap mendapatkan orgasme jika saja mau sedikit bersabar, tapi seringkali lebih suka menggunakan cara cepat dari vibrator. Untuk menghindari dari efek samping atas ketidakpedean Anda, sebaiknya singkirkan alat tersebut untuk beberapa bulan, dan Anda akan mendapatkan kembali respon dari jari dan lidah.

Mitos 4 Bigger is Better
Beberapa wanita mempunyai preferensi pada ukuran. Ukuran yang besar tidak secara otomatis menciptakan seks yang menakjubkan. Faktanya, wanita seringkali mengeluh pada pasangan yang memiliki “ukuran” terlalu besar. Banyak kenikmatan erotis ketimbang memikirkan ukuran. Misalnya, bagaimana seorang pria menggunakan tangan atau mulutnya, bahkan saat seorang wanita terlihat seksi sebelum menuju ranjang.

Mitos 5 Semua Wanita Alami Orgasme Melalui Penetrasi Vagina
Hanya 20 hingga 30 persen dari wanita mencapai orgasme melalui proses intercourse, jadi jangan malu karenanya. Letakkan tangan Anda pada klitoris sepanjang seks akan menambah kesempatan untuk mendapatkan orgasme.

Mitos 6 G-Spot Segalanya
Seperti kota hilang Atlantis, lokasi tepat area “penuh kenikmatan” ini masih menjadi perdebatan hebat. Tidak ada satu kesimpulan dimana untuk menemukan G-Spot. Beberapa peneliti mengatakan jaringan kelenjar halus di sekeliling ureter tersebut bisa ditemukan sekitar dua inchi di dalam vagina. peneliti lai mengatakan, G-Spot terletak di area segitiga di balik dinding kandung kemih, yang disebut T zone.

Menemukan lokasi G-spot mungkin menjadi krusial, karena saraf-saraf sensitivitas tubuh terletak di sana. [vivanews/kosmo]



Friday, July 31, 2009

Perempuan-Perempuan dalam Hidup Noordin M Top


Gembong teroris Indonesia, Noordin M Top, adalah orang yang paling dicari polisi. Aksi kejamnya meledakkan bom di sejumlah tempat di Jakarta menewaskan banyak orang tak berdosa. Terakhir, serangan terhadap Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton juga diduga didalangi lelaki asal Malaysia ini.

Nama Noordin mulai dikenal setelah peristiwa Bom Bali I pada tahun 2002. Selama ini polisi telah berhasil menangkah puluhan orang yang terkait jaringan terorisme di Indonesia, tapi selalu gagal menangkap Noordin. Itu artinya, selama tujuh tahun ia menjadi buronan polisi.

Hidup di pelarian tampaknya begitu mudah bagi Noordin. Memang, kita tidak tahu bagaimana perjuangan dia hidup dalam persembunyian. Namun, satu jejak jelas yang ditinggalkan Noordin adalah sejumlah wanita yang berhasil disuntingnya. Dalam pelariannya, Noordin masih sempat menikah dan punya anak. Berapa banyak istri Noordin M Top hingga kini tidak ada yang tahu pasti.

Pascaledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Jumat 17 Juli 2009, yang paling santer disebut sebagai istri Noordin adalah Ariani Rahma alias Arina. Kepada Arina, Noordin mengenalkan diri dengan nama samaran Abdul Halim.

Makanya, Arina mengaku sangat shock begitu tahu pria yang dinikahinya pada 2006 itu ternyata teroris yang paling dicari di negeri ini.

Istri Noordin M Top yang dicokok dari rumahnya di Desa Pesuruhan, Kecamatan Binangun, Cilacap, Jawa Tengah, itu mengira Noordin adalah seorang guru di sebuah pesantren di Makassar. Noordin sendiri memang jarang di rumah.

Dari pernikahan sirinya dengan Noordin, Arina mendapatkan dua anak, yakni Haula yang berusia 2,5 tahun dan Daud yang masih berusia satu tahun.

Wanita lain di Bogor

Tidak hanya Arina, Densus 88 juga mengamankan seorang wanita yang diduga istri Noordin yang lain. Wanita yang belum diketahui identitasnya ini diciduk dari rumahnya di Cianten, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Wanita ini kemudian diamankan di Markas Brimob, Kelapa Dua, Cimanggis.

Wanita lain lagi di Riau

Densus 88 juga terus melacak istri Noordin yang berada di luar Pulau Jawa. Persisnya di wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Noordin sempat menetap selama satu tahun di daerah ini. Di daerah ini, Noordin menikahi seorang perempuan yang identitasnya belum diketahui. Polisi masih melacak istri dan anak Noordin yang kabarnya pergi ke Malaysia.

Munfiatun al Fitri

Sebelumnya, Noordin juga pernah beristrikan Munfiatun al Fitri. Wanita yang dinikahinya secara siri pada 22 Juni 2004 ini disebut-sebut sebagai istri kedua Noordin. Pernikahan antara Munfiatun dan Noordin berlangsung di Surabaya dengan emas kawin berupa cincin emas dan akad nikah menggunakan bahasa Arab.

Dari sekian istri Noordin, Munfiatun mungkin yang paling apes. Ia harus mendekam selama tiga tahun di penjara pada Juni 2005 atas dakwaan bersalah menyembunyikan pelaku pengeboman. Munfiatun dibebaskan pada 2007. Saat berada di penjara, ia mengajukan cerai terhadap Noordin. [kompas]

Wednesday, July 29, 2009

Kejanggalan-kejanggalan Kamera CCTV di JW Marriot dan Ritz Charlton

Saya nonton beberapa kali ada shot CCTV yang bergerak mengikuti langkah TSK (panning). Atau gambar di mana obyeknya di-zoom in, sembari kameranya panning. Bila ini yang dimaksud, mungkin ada beberapa penjelasan..

1. Kamera CCTV (bagaimana pun) adalah kamera statis. Dia operator free. Dalam kondisi demikian, dia tidak bisa melakukan aktivitas recording di luar default yang sudah di-set. Dia tak bisa mengikuti obyek (pan atau follow shot), melakukan perbesaran obyek (zoom in), dan tidak bisa melihat obyek lain dalam batas jangkauannya (zoom out untuk ambil perspektif wide-shot).

Semua ini mungkin baru bisa dilakukan kamera CCTV bila ada operatornya. Baik secara remote maupun manual. Atau dia diset degerakkan secara robotik: ke kanan, ke kiri, atas bawah, dengan gerak yang konstan.

Itulah sebabnya, tayangan CCTV Marriott dan Ritz Carlton tak pernah bisa dapat memperlihatkan adegan sebelum obyek memasuki frame dari sebelah kiri layar. Pria di Marriott maupun di Ritz Carlton sama-sama berjalan dari kiri ke kanan layar (in frame). Kecuali bila ada kamera lain yang dipasang untuk meng-cover area di luar frame kamera di lobi. Seperti sequence gambar pria di Ritz Carlton, yang setelah keluar dari tangga, lalu “disambut” dengan kamera yang mengcover area koridor menuju restoran.

Gambar pria Marriott waktu check in dicover dua kamera: 1 kamera di samping dan 1 kamera di belakang front desk (resepsionis). Kamera di samping bisa mengcover gambar 2 meja resepsionis. Inilah yang memungkinkan kita bisa melihat visual saat dia cek in tampak samping. Sementara kamera di belakang meja resepsionis memungkinkan kita melihat visual saat dia ngobrol dengan resepsionis tampak belakang.

2. Saya memang menonton saat beberapa televisi menayangkan rekaman CCTV tapi gambarnya penuh variasi shot seperti zoom in atau panning kamera. Sebenarnya, di beberapa televisi hal ini sangat jelas terlihat bahwa itu adalah “kerjaannya” kamera sekunder. Jadi visual CCTV itu diplay back di layar monitor, lalu “ditembak” dengan kamera lain. Karena itulah, visualnya seolah-olah bisa mengikuti obyek (follow shot) dan zoom in (perbesaran). Nah, di sinilah terkesan kamera CCTV bisa mengikuti gerak obyek. Padahal tidak. Gambar CCTV (kamera primer) tetap statis, dan kamera sekundernya yang bergerak.

Secara etis, mestinya ini tidak boleh dilakukan karena mempengaruhi intepretasi atas konten. Segala sesuatu yang bisa mempengaruhi intepretasi konten, tidak bisa dilakukan seenaknya oleh seorang cameraman tanpa keterangan tambahan. Bila kamera sekunder hendak bermanuver atas gambar mentah itu (raw material), mestinya frame layar monitor tempat mem-play back rekaman CCTV itu, tetap dimasukkan dalam frame kamera. Jadi penonton tahu, bahwa gambar itu ditembak dari layar monitor lain, dan tidak mengesankan kamera CCTV-nya yang bergerak.

Ada televisi lain yang lebih sadar etika kamera, dengan tidak mengubah ukuran shot rekaman CCTV, tetapi melingkari obyeknya. Ini dibolehkan. Juga memberi keterangan tanda panah seperti “arah lobi”, “arah restoran” dll.

3. Bila itu yang dimaksud mbak Sirikit, kemungkinan lain adalah terjadi di ruang editing. Gambar dari CCTV memang hanya apa adanya (as it is), tapi variasi shot dilakukan oleh tangan editor. Program editing apa pun (termasuk Avid) bisa mem-panning, zoom in, slow motion, speed up, dll. Jadi kerja-kerja kamera bisa “diwakili” dari alat editing.

Nah, bila hasil gerakan “kamera-nya” halus (tidak goyang-goyang dan kasar), ini biasanya hasil kerja editor. Meski begitu, bila zoom in obyek dilakukan oleh kamera sekunder maupun alat editing, biasanya berciri kualitas gambar yang jauh lebih buruk daripada zoom in yang dilakukan kamera primer. Sebab, yang dizoom in oleh kamera sekunder atau alat editing adalah image dari pixel yang memang di bawah standar (kualitas image CCTV yang rendah).

4. Nah, ini kemungkinan keempat. Seperti halnya CCTV-CCTV di kasino-kasino, mungkin CCTV di Marriott atau Ritz-Carlton dipantau dan dioperatori bila ada obyek-obyek yang dianggap mencurigakan. Pria yang cek in itu mungkin dicurigai, sehingga diikuti oleh kamera. Tapi kecurigaan yang biasa saja. Misalnya gerak-geriknya kok norak dll. Tapi terlepas dari kemungkinan itu, sebenarnya semua tergantung dari master shot (material footage) yang diperoleh masing-masing televisi.

Tapi dari beberapa kali nonton, saya menduga yang terjadi adalah kemungkinan kedua dan ketiga.(kiriman dhandy dwi laksono di milis jurnalisme).

[muhsinlabib.com]

Tuesday, July 28, 2009

Selera Musik Mempengaruhi Kepribadian

Selera musik dan tipe kepribadian ternyata sangat berkaitan erat. Berdasarkan suatu riset berskala dunia, musik favorit bisa jadi merupakan cermin kepribadian diri.

Penelitian ilmiah tentang hubungan selera musik dengan kepribadian dilakukan Professor Adrian North, Dekan Fakultas Psikologi dari Heriot-Watt University. Dengan melibatkan puluhan ribu orang di seluruh dunia, ia mengklaim risetnya sebagai penelitian terbesar untuk jenis riset serupa yang pernah dilakukan sebelumnya.
Hasil temuan paling menarik dari riset North adalah adanya kemiripan antara penggila musik klasik dan heavy metal . “Salah satu yang paling mengejutkan adalah adanya kesamaan antara penggemar musik klasik dan heavy metal. Mereka sama-sama kreatif, tenang tetapi tidak outgoing”. Riset ini juga sangat berguna bagi kepentingan marketing. “Jika loe memahami selera musik seseorang, maka loe akan dapat mengatakan seperti pada pribadinya, siapa dan menjual apa.

Dalam risetnya, North meminta lebih dari 36.000 partisipan dari seluruh dunia untuk merata-ratakan 104 jenis musik. Mereka juga ditanya mengenai aspek kepribadian. Riset ini masih akan berlanjut dan berencana melibatkan partisipan untuk ikut ambil bagian mengisi kuisioner singkat secara online .

Nah, Seperti apa kepribadian loe?? Berikut ini musik dan tipe kepribadian berdasarkan jenis musik kegemaran loe :

DANCE :
Kreatif, outgoing, tidak gentle
BLUES :
Percaya diri tinggi, kreatif, outgoing, gentle dan tenang
JAZZ :
Percaya diri tinggi, kreatif, outgoing dan tenang
CLASSIC :
Percaya diri tinggi, kreatif, introvert dan tenang
COUNTRY dan WESTERN :
Pekerja keras, outgoing
RAP :
Percaya diri tinggi, outgoing
OPERA :
Percaya diri tinggi, kreatif, gentle
REGGAE :
Percaya diri tinggi, kreatif, bukan pekerja keras, outgoing, gentle dan tenang
INDIE :
Percaya diri rendah, kreatif, bukan pekerja keras, tidak gentle
BOLLYWOOD :
Kreatif, outgoing
ROCK/HEAVY METAL :
Percaya diri rendah, kreatif, bukan pekerjakeras, tidak outgoing, gentle, tenang
POP :
Percaya diri tinggi, tidak kreatif, pekerja keras, outgoing, gentle, tidak tenang
SOUL :
Percaya diri tinggi, kreatif, outgoing, gentle, tenang.

Nah, sedangkan bagi para pengeemar musik "dangdut", maaf ya! coz gw blm dapet sumber yg terpercaya. wkwkwkwkwkkkkkkk. Namanya juga mitos, peace.........