Showing posts with label yg bermanfaat. Show all posts
Showing posts with label yg bermanfaat. Show all posts

Monday, October 20, 2014

Deteksi Kesehatan Melalui Warna Feses Anda


Apa itu Feses? Menurut laman Wikipedia, Tinja atau feses atau dalam bahasa kasarnya disebut tahi (tai) adalah produk buangan saluran pencernaan hewan yang dikeluarkan melalui anus atau kloaka. Pada manusia, proses pembuangan kotoran dapat terjadi (bergantung pada individu dan kondisi) antara sekali setiap satu atau dua hari hingga beberapa kali dalam sehari. Pengerasan tinja atau feses dapat menyebabkan meningkatnya waktu dan menurunnya frekuensi buang air besar antara pengeluarannya atau pembuangannya disebut dengan konstipasi atau sembelit. Dan sebaliknya, bila pengerasan tinja atau feses terganggu, menyebabkan menurunnya waktu dan meningkatnya frekuensi buang air besar disebut dengan diare atau mencret.

Bau khas dari tinja atau feses disebabkan oleh aktivitas bakteri. Bakteri menghasilkan senyawa seperti indole, skatole, dan thiol (senyawa yang mengandung belerang), dan juga gas hidrogen sulfida. Asupan makanan berupa rempah-rempah dapat menambah bau khas feses atau tinja. Di pasaran juga terdapat beberapa produk komersial yang dapat mengurangi bau feses atau tinja.
_________________________________________

Proses metabolisme yang baik tidak terlepas dari penghasilan entropi. Entropi merupakan zat sisa hasil pembakaran sejumlah energy di dalam tubuh. Defekasi merupakan salah satu proses entropi yang salah satu proses adalah pengeluaran feses. Kualitas, kuantitas, dan warna dari feses dapat dijadikan indikator kesehatan sistem pencernaan dan adanya indikasi kesalahan pada tubuh yang dalam hal ini adalah penyakit.

feses adalah produk limbah pencernaan. Warna feces normalnya disebabkan oleh kehadiran dari empedu, terutama, bilirubin dalam empedu. Bilirubin dibentuk dari hemoglobin setelah hemoglobin dilepas dari sel-sel darah merah sewaktu penghancuran mereka, bagian dari proses yang normal dari penggantian sel-sel darah merah dalam darah. Hemoglobin yang dilepaskan di modifikasi secara kimia dan dikeluarkan dari tubuh oleh hati. Di dalam hati hemoglobin yang dirubah secara kimia (disebut bilirubin) dilekatkan pada kimia-kimia lain dan dikeluarkan dari sel-sel hati kedalam empedu. Tergantung pada konsentrasi dari bilirubin, empedu dapat bervariasi dari hampir hitam ke kuning muda dalam warnanya. Campuran makanan dengan empedu dari hati dan enzim pencernaan dari protein yang memungkinkan pankreas, karbohidrat, dan lemak yang terdapat di dalam makanan akan dipecah untuk membentuk slurry (bubur). Campuran cairan ini melewati usus kecil di mana nutrisi yang diserap ke dalam aliran darah dan limbah cair dikirim ke usus besar. Dalam usus besar, air yang diserap dan tinja terbentuk. Tinja yang normal mengandung bakteri, makanan yang dicerna, selulosa dari bahan tanaman tercerna, dan empedu. Warna feses yang normal dapat berkisar dari cokelat muda sampai coklat gelap menjadi hijau. Seringkali warna feses dipengaruhi oleh apa yang telah dimakan, dan mungkin tidak menandakan penyakit apapun. Namun sebaliknya ada kemungkinan bahwa warna tinja dapat memberikan petunjuk penting adanya penyakit di dalam tubuh.

Jika kotoran anda berwarna cokelat, hal ini berarti merupakan pertanda bagus bahwa anda sedang dalam kondisi yang relatif sehat dan tidak mempunyai masalah dalam produksi cairan empedu atau bilirubin. Sedangkan jika kotoran anda sedikit berbeda dengan warna kotoran pada umumnya bisa jadi ini adalah tanda anda sedang mengalami masalah kesehatan. Berikut beberapa warna kotoran manusia dan penyebabnya.

1. Warna tinja hijau

Kotoran berwarna hijau terutama disebabkan karena waktu transit kotoran yang sangat singkat di usus. Hal ini akan menyebabkan proses “pewarnaan” kotoran menjadi sangat singkat dan menghasilkan kotoran dengan warna kehijauan. Dalam kondisi ini, Anda bisa mengalami diare bila kondisi terus menerus dibiarkan. Selain itu, kotoran berwarna hijau juga bisa jadi merupakan indikator dari beberapa jenis infeksi bakteri, karena peradangan pada usus juga menyebabkan waktu transit kotoran menjadi singkat. Kotoran berwarna hijau ini juga bisa jadi diakibatkan karena gaya hidup anda yang memang seorang vegetarian. Karena zat klorofil yang terkandung dalam daun tidak dapat tercerna dan akan ikut terbawa bersama kotoran.

2. Kuning

Kotoran berwarna kuning berarti terdapat banyak kandungan lemak dalam tinja anda. Dan hal ini bukanlah merupakan pertanda yang baik. Cobalah sedikit demi sedikit untuk mengubah pola makan tinggi lemak anda. Selain itu, kotoran warna kuning juga akan memiliki aroma dan bau yang sangat kuat, yang akan membuat waktu buang air besar anda menjadi saat-saat yang tidak nyaman.

3. Merah

Jika anda melihat kotoran anda berwarna merah, ini bisa menjadi pertanda adanya perdarahan internal pada usus atau daerah sekitar rektum atau anus anda. Namun anda jangan keburu khawatir, karena kotoran warna merah ini bisa juga diakibatkan hanya karena anda baru saja konsumsi makanan atau minuman berwarna. Selain itu, walaupun sangat jarang terjadi, hal ini bisa juga diakibatkan karena kelebihan produksi cairan empedu sehingga menyebabkan diare yang sangat hebat dan menyebabkan saluran pencernaan anda mengalami pendarahan.

4. Hitam

Warna kotoran yang kehitaman bisa jadi diakibatkan karena pendarahan yang terjadi pada lambung atau tenggorokan. Walaupun pendarahan biasanya menyebabkan warna kotoran anda menjadi merah, namun pendarahan pada organ lambung atau tenggorokan anda akan menghasilkan warna kotoran yang hitam. Hal ini dikarenakan darah akan mengalami proses oksidasi ketika melewati cairan asam lambung dan menghasilkan warna kehitaman.

5. Putih atau Keabuan

Warna kotoran yang kehitaman bisa jadi diakibatkan karena pendarahan yang terjadi pada lambung atau tenggorokan. Walaupun pendarahan biasanya menyebabkan warna kotoran anda menjadi merah, namun pendarahan pada organ lambung atau tenggorokan anda akan menghasilkan warna kotoran yang hitam. Hal ini dikarenakan darah akan mengalami proses oksidasi ketika melewati cairan asam lambung dan menghasilkan warna kehitaman.


Sehatkah Feces Anda?

Saat proses BAB, feces dikeluarkan  melalui anus dengan kandungan rata-rata 75% air, and 25% material padat, tetapi presentase ini bervariasi pada setiap individu dan lama simpan feces tersebut didalam tubuh. Feces dapat mengandung bakteri yang telah mati (yang membantu pada saat pencernaan, serat (yang tidak dapat dicerna secara sempurna), protein, garam, lemak dan substansi yang dikeluarkan dari hati dan usus.

Rata-rata manusia dewasa menghasilkan 100 sampai 250 gram dari hasil pencernaan harian secara normal dengan konsumsi makanan berat satu hingga dua mangkuk nasi dalam sehari. Umur, jenis makanan, kebiasaan BAB, frekeunsi BAB secara alami merefleksikan tingkat kesehatan kita.

Pada dasarnya, feces sangat erat berkaitan dengan makanan yang kita konsumsi. Ketika kita banyak mengkonsumsi sayuran sebagian feces kita akan berwarna hijau tua, jika mengkonsumsi lebih banyak daging maka akan memberikan warna yang lebih gelap, cokelat sampai hitam. Berbagai macam obat dan terapi pengobatan dapat merubah tekstur dan warna feces.

Menurut ahli feces manusia dari Jepang, kita dapat mengdiagnosa kondisi kesehatan dari warna, bau dan tekstur feces.  Menurut beliau feces yang sehat adalah diameter 3 sentimeter, warna kuning emas atau cokelat, halus tetapi tidak terlalu halus seperti lumpur. Bila cenderung putih, bisa jadi Anda mengalami gangguan fungsi hati. Sedangkan warna hitam mencirikan ada masalah dalam organ pencernaan bagian atas. Bahkan, bisa jadi usus besar mengalami pendarahan. Feces hitam karena makanan yang telah dicerna dan mengandung darah tercampur dengan asam lambung.

Bau tidak terlalu menyengat dengan 2 atau 3 bauh feces dalam sekali keluaran. Tidak diperlukan tekanan atau hanya sedikit tekanan pada saat BAB. Mengandung 70 hingga 80% air,  dan mengapung dalam air. Jadi Jangan malu-malu menengok feses yang keluar dari lubang anus Anda. Begitu pesan dari dokter Mehmet Oz, seorang ahli bedah jantung yang pernah menangani operasi bypass Presiden Clinton.

Untuk menilai seberapa sehat tubuh, dilihat dari bentuk kotoran, silakan jawab & hitung poin dari pertanyaan-pertanyaan berikut:

1. Apakah mengambang?
- Ya: 1 poin,
- Tenggelam: 2 poin.

2. Seberapa keras?
- Seperti pasta gigi: 1 poin,
- Keras: 2 poin.

3. Seberapa berat?
- Di atas 200gram: 1 poin,
- Di bawah 200 gram: 2 poin.

4. Seberapa sering?
- 1x sehari: 1 poin,
- Tidak setiap hari: 2 poin.

5. Warnanya?
- Kuning: 1 poin,
- Coklat gelap: 2 poin.

6. Berbau?
- Tidak terlalu bau: 1 poin,
- Menyengat: 2 poin.

7. Bentuknya?
(lihat gambar terakhir di atas)

Jika total poin Anda:
  • 7 – 9 poin: Cukup sehat
  • 10 – 12 poin: Perhatikan pola makan Anda, konsumsi makanan yang berserat tinggi
  • 13 – 14 poin: Waspada! Jika berlangsung terus menerus, sebaiknya konsultasi ke dokter.[]

Tugas Umat Islam Hadapi Media Barat

Saat ini jumlah blogger Muslim meningkat pesat dan website-website serta laman jejaring sosial Islam telah memulai operasi secara luas untuk menghadapi propaganda-propaganda negatif Barat tentang Islam dan umat Islam.

Kemajuan teknologi cyber internet telah menciptakan kesempatan baru bagi masyarakat dunia untuk saling berkomunikasi. Pada beberapa tahun belakangan ini, internet telah menjadi salah satu alat komunikasi dan informasi paling populer.

Bagi kebanyakan perempuan Muslim, jaringan luas internet global telah berubah menjadi sebuah ruang yang tepat untuk menggali informasi mengenai kewajiban dan hak-haknya dalam agama Islam. Namun di ruang dan kesempatan ini juga terkandung berbagai kendala.

Kita tidak bisa melupakan fakta bahwa internet bisa menjadi bermanfaat dan juga bisa berbahaya. Penggunaan internet dengan segala manfaat yang dimilikinya, juga bisa meningkatkan bahaya karena adanya kemungkinan perolehan informasi-informasi salah dan situs-situs non-Islam.

Sayangnya pada kebanyakan waktu, media-media Barat yang tugas utama mereka adalah menyebarkan pemahaman budaya, menyajikan informasi-informasi mengenai isu-isu yang tengah berkembang dan mendidik seluruh rakyat dunia, mereka juga menyebarkan informasi-informasi salah, menyajikan foto-foto vulgar, negatif dan memberikan gambaran-gambaran yang salah tentang Islam dan Muslim.

Apa yang bisa dilakukan oleh umat Islam untuk menumbangkan kendala-kendala ini adalah memberikan informasi yang benar dan pengetahuan yang riil mengenai Islam dan menciptakan situs-situs yang berasas pada mazhab untuk menyebarkan akidah-akidah Islam dan mazhab.

Media-media Barat secara kebetulan karena ketiadaan pengetahuan yang mencukupi atau secara sengaja karena sensitifitas sepihak, telah memberikan informasi-informasi yang tak rinci dan laporan-laporan yang tak benar tentang Islam, dan karena inilah sehingga para audiens yang terpengaruh dengan pandangan-pandangan salah ini akhirnya berprasangka negatif terhadap Islam dan Muslim.

Salah satu pemahaman salah yang paling populer dan sayangnya biasanya dipercayai oleh masyarakat Barat adalah kaitan antara Islam dan kekerasan. Para koresponden surat kabar Barat memperkenalkan Islam sebagai sebuah agama berdarah, teroris dan ekstrimis.

Kepada para audiensnya, media-media ini menjelaskan begitu banyak kata-kata dalam Islam dengan makna yang sangat berbeda, misalnya “jihad“ yang dalam Islam berarti “perang suci” atau “perlawanan di jalan Allah”, oleh rakyat Barat dianggap sebagai sebuah persoalan yang tidak rasional dan sebuah tindakan yang berdasar pada kekerasan terhadap non-Muslim.

Padahal kata jihad di dalam Islam bermakna segala aktivitas yang dilakukan oleh kaum Muslim karena Tuhan, sebagai contoh menimba ilmu, memperjuangkan keadilan, membantu rakyat miskin dan bahkan mencegah diri dari melakukan hal-hal yang buruk akan dikategorikan sebagai jihad.

Makna lain dari kata jihad adalah bertahan dalam menghadapi penyerang yang tak lain seperti tindakan-tindakan yang dilakukan oleh gerakan-gerakan Palestina dan Lebanon dalam menghadapi serangan rezim Zionis.

Akan tetapi sayangnya, pertahanan rakyat Palestina menghadapi zionis Israel oleh media-media Barat disebut sebagai serangan-serangan fanatic dan ekstrimis mazhab, sementara genosida dan pembantaian massal yang dilakukan oleh Israel di Gaza disebut sebagai operasi pertahanan melawan milisi militer Islam.

Sebagai contoh, biasanya dalam laporan-laporan berita kita mendengar dari media-media Barat misalnya dua orang serdadu Israel telah menjadi sasaran peluru milisi militer Palestina, namun mereka selalu mengesampingkan apa yang ada di balik kenyataan ini. Para koresponden surat kabar Barat ini lupa mengatakan bahwa warga Palestina menembak serdadu Israel demi mempertahankan rumah dan rumah tangganya dari mereka yang bermaksud mengganggu dan menghancurkan miliknya.

Jika para informan media-media ini ingin memperlihatkan kebenaran, seharusnya mereka mengatakan “Dua orang dari komando Israel telah ditembak oleh para warga Palestina saat hendak menghancurkan sebuah pedesaan di Palestina.” Akan tetapi media-media Barat berupaya untuk membalikkan kenyataan dan menggambarkan wajah yang tak benar tentang umat Muslim.

Demikianlah akhirnya sehingga pertahanan umum menghadapi penjajahan Amerika di Irak kemudian dinamakan sebagai gerakan radikal ekstrimis, dan kemajuan program nuklir damai di Iran dimaknakan sebagai ancaman untuk Barat.

Sementara itu perang, ancaman dan intimidasi yang dilakukan oleh Amerika di Afghanistan mereka sebut sebagai perang melawan terorisme; dan tindakan-tindakan provokator terhadap Iran, mereka anggap sebagai perlawanan untuk demokrasi dan keadilan.

Media-media Barat senantiasa menggambarkan umat Islam sebagai orang-orang yang selalu menenteng senjata dan mereka juga memberikan julukan kepada umat ini sebagai kelompok yang fundamentalis, tentunya julukan ini mereka tafsirkan sesuai dengan metode mereka sendiri.

Pada hakikatnya fundamentalis mendefinisikan sebuah metode yang digunakan oleh para Mukmin untuk menerapkan mazhab dan makna kecenderungan secara sempurna, dan merupakan upaya atau sebuah ideologi yang digunakan oleh kelompok atau sebuah mazhab untuk menyebarkan keyakinan-keyakinan mendasarnya.

Kendala besar lain yang kita hadapi adalah jika di sebagian negara yang berpenduduk mayoritas Muslim terjadi kekerasan dalam masalah politik, maka media Barat akan segera menisbahkan hal ini kepada Islam. Misalnya ketika terjadi sebuah konflik berdarah di beberapa negara Afrika antara pemimpin-pemimpin kabilah karena memperebutkan sebidang tanah kemudian mereka terbunuh secara tak berdosa. Pada hakikatnya apa yang dilakukan oleh orang-orang ini berbeda dan bertolak belakang dengan pandangan Islam. Akan tetapi media-media Barat menempatkan peristiwa seperti ini sebagai sebuah gambaran kehidupan di sebuah negara Islam untuk menunjukkan bahwa Islam adalah pelaku kekerasan.

Ini terjadi sementara media-media ini tidak memberikan pandangan-pandangan seperti ini terhadap agama-agama lainnya, sebagai misal, ketika agen-agen informasi internasional mengemukakan tentang laporan-laporan penyiksaan di penjara-penjara militer Amerika di Irak, mereka yang menyiksa para tawanan adalah orang-orang Kristen, akan tetapi media-media ini mengatakan, bukan berarti bahwa tindakan ini berkaitan dengan agama Kristen, selanjutnya merekapun bungkam sama sekali tidak pernah menyinggung masalah ini. Demikian jugalah sebenarnya yang terjadi di Afrika. Tindakan yang dilakukan oleh para pemimpin kabilah Afrika pun tidak ada kaitannya dengan Islam. Akan tetapi kenapa media Barat senantiasa menisbahkan tindakan-tindakan ini kepada Islam dan mencoba membesar-besarkan masalah ini?!

Satu lagi topik yang menjadi kesukaan media Barat adalah bahwa hak-hak perempuan dalam Islam telah terlanggar. Pada prinsipnya, Islam merupakan sebuah agama yang menganggap bahwa laki-laki mempunyai hak dan kedudukan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan perempuan.

Hijab Islam, oleh media Barat lebih sering ditampakkan sebagai sebuah indikasi kezaliman dan diskriminasi terhadap perempuan, akan tetapi media-media ini sama sekali tidak pernah menyinggung tentang Rasulullah saw sebagai reformis terbesar dalam sepanjang sejarah bagi hak asasi perempuan.

Perempuan Muslim telah mendapatkan hak untuk memberikan suara beberapa kurun sebelum para perempuan Barat mendapatkannya, dan ini merupakan salah satu indikasi bahwa jika ajaran Islam diterapkan dengan baik di dalam masyarakat, maka masyarakat tersebut akan bisa menjadi masyarakat teladan dan terbaik, dan jika sebuah masyarakat telah melupakan hak-hak kemanusiaan, maka hal ini berarti bahwa masyarakat seperti ini tidak sesuai dengan ajaran Islam. Akan tetapi media Barat biasanya lupa untuk mengingatkan masalah ini kepada para audiensnya.

Dan jalan terbaik untuk menghadapi informasi-informasi salah yang dikemukakan oleh media Barat dalam setiap dimensinya mengenai Islam adalah memperluas dan memperbanyak media-media Islam untuk memberikan informasi-informasi yang rinci, detail dan benar untuk meningkatkan kesadaran opini masyarakat tentang nilai-nilai agama Islam.

Untungnya internet Islam dalam beberapa tahun terakhir ini telah mengalami peningkatan yang sangat pesat. Akan tetapi kendati demikian, pengenalan Islam yang hakiki melalui website masih harus melintasi jalan yang panjang untuk memperoleh keberhasilan yang memuaskan.

Dalam beberapa tahun terakhir, telah begitu banyak dibentuk dan dimulai ruang-ruang pendidikan yang berasaskan pada parameter Islam, perancangan masjid-masjid maya secara online, peningkatan komunikasi dan juga program-program khusus di dunia website.

Internet telah menciptakan keberhasilan baru untuk para pengguna media hingga berubah menjadi pencetus-pencetus media untuk menyampaikan informasi. Walhasil, saat ini kita telah menyaksikan begitu banyak halaman-halaman pribadi pengguna di ruang website.

Komunitas blogger Muslim semakin hari semakin meningkat dan kelompok-kelompok Islam di jejaring sosial terkenal telah memulai kegiatannya.

Di antara tindakan lain yang telah dilakukan dalam memperluas media-media Islam adalah pembentukan website-website sosial Islam yang menyajikan pelayanan-pelayanan yang berasaskan pada hukum-hukum, prinsip-prinsip dan ajaran-ajaran Islam.

Kendati internet Islam masih belum bisa menjadi sebuah bagian dari ruang web. Akan tetapi saat ini proses ini mengalami kemajuan yang menakjubkan. Dengan cara ini diyakini media-media Islam akan mampu menghadap propaganda-propaganda negative dari media-media Barat.[]

Friday, October 17, 2014

Aku adalah Setetes Air

Aku adalah setetes air. Salah satu sumber kehidupan.

Hari itu, udara terasa panas. Aku menanti datangnya angin. Aneh, biasanya dia datang membawa berita. Tapi, hari itu aku mendengar suara rintih yang memanggil "hal min nashirin yansuruni", (adakah seseorang yang mau menolongku). Suara itu membuatku bergetar. Hatiku berdebar, ketika angin itu datang. Kubertanya padanya, “Suara siapakah ini yang membuat hatiku luluh?” Angin menjawab, "Itu adalah suara cucunda Nabi yang bernama Husain, ia di Karbala. Lalu aku bertanya lagi, “Kenapa suara ini begitu menusuk hati sehingga diriku ingin pergi menemuinya?” Angin menjawab sambil menunduk sedih, “Karena ia sedang dikepung oleh musuh-musuh Allah dalam keadaan kehausan dan kelaparan.”

Ketika aku mendengar hal ini, aku turun ke bumi untuk menjawab panggilannya. Aku tahu, bahwa aku ini bukan siapa-siapa melainkan hanya setetes air semata. Tapi, aku harus menolongnya karena ia adalah kekasih Allah yang mulia. Aku lewati laut secepat mungkin, mencari jalan menuju sungai kecil yang akan membawaku menuju sungai Furat. Aku bertanya pada angin yang sedang lewat, “Apakah Imamku dalam keadaan selamat?” Angin enggan menjawab pertanyaanku. Ketika aku dalam perjalanan menuju sungai Furat, kembali terdengar seruan Imam lagi. "Hal min nashirin yansuruni?". Ketika mendengar suara itu, aku bergerak cepat melewati bebatuan sungai mengikuti alur air yang deras. Aku berusaha sekuat tenaga untuk bisa sampai kepadanya, dengan harapan dapat mengobati rasa hausnya. Banyak bebatuan menghantamku, tapi langkahku tetap maju. Dengan satu harapan, "Kuingin bertemu denganmu wahai Imamku."

Sesampainya di sungai Furat, hatiku merasa lega. Aku mencari jalan untuk dapat sampai kepada Imamku. Tapi, tak terlihat seorangpun datang menghampiri sungai ini. Hatiku mulai merasa sedih kembali. Berharap seseorang datang dan membawaku untuk menemuinya. Tak lama kemudian, terdengar suara kuda mendekat. Seorang pemuda yang gagah dengan wajah yang bersinar datang menghampiriku dengan mulutnya yang kering. Aku bergegas mendekatinya. Wajahku senang memandang pemuda ini. Kemudian, dia mengambilku dengan kedua telapak tangannya. Dia menatapku dengan penuh rasa iba, lalu menuangkanku kembali ke dalam sungai. Hatiku pun menangis, mengapa dia tak mau meminumku untuk melegakan rasa hausnya. Lalu, dia membuka girbahnya (tempat air dari kulit) untuk diisi air. Tanpa berpikir panjang aku bergegas memasuki girbah itu, berharap dapat mengobati rasa haus Imamku. Hatiku berkata, “Wahai Tuhanku! Terima kasih banyak, Engkau telah memberikanku kesempatan yang mulia ini”.

Pemuda itu bergegas meninggalkan sungai itu. Tak lama kemudian, terdengar suara lesatan. Tiba-tiba,  terdengar suara menggema sangat keras, rupanya sebuah anak panah masuk melubangi  girbah ini. Hatiku berdebar kencang. Suara benturan keras membuat girbah dan pemiliknya pun jatuh bersamaan. Akupun mengalir keluar membasahi tanah yang gersang. Aku melihat pemandangan yang memilukan. Wajah pemuda gagah itu berlumuran darah, tanganya yang tadi menggenggamku kini telah tiada. Aku menangis memandanginya. Darahnya mulai mengalir membasahiku. Tiba-tiba, datang seseorang yang wajahnya bersinar mendekatinya. Ia peluk pemuda itu dengan erat. Sambil berlinang air mata ia mengusap wajah pemuda yang berlumuran darah itu. Aku hanya terdiam memperhatikan percakapan dua orang mulia ini. Hatiku berkata, “Ooh, inikah wajah Imamku yang terluka itu." Mungkin aku tak mampu menolongnya, tapi senang dapat menjawab panggilannya. Walaupun berakhir di sini, tapi hatiku merasa senang dapat memandang wajahnya, "Wahai Imamku, aku akan hadir dan menemanimu di surga, mengobati rasa hausmu."

Akhirnya, aku pun sirna ditelan bumi. Tapi tak merasa rugi karena aku dapat bertemu dengan Imamku, Imam Husain cucunda Nabi. Hatiku senang dapat hadir untuk menjawab seruanmu. Labbaika Ya Husain.

[qmah_science]

Kita dan Zombi, Apa Hubungannya?

Mungkin, kita semua mengenal yang namanya zombi. Meskipun dalam dunia nyata kita tidak tahu keberadaannya. Tapi, mungkin kita sering menyaksikan jenis manusia seperti ini di televisi. Sebagian orang dengan asyiknya menonton film ini. Sebagian yang lain sebaliknya.

Ketika kita mendengar kata zombi, yang terbayang dalam benak kita adalah dia manusia yang memiliki wajah yang seram dan tubuhnya yang bau seperti mayat. Kalau berjalan, dia berjalan dengan lambat, tapi ketika dia menemui mangsanya dia akan berjalan dengan cepat. Dialah manusia yang haus dan lapar. Haus akan darah, lapar akan daging. Dia selalu memakan sesama jenisnya. Ketika dia memakan sesama jenisnya, dia memakannya dengan liar dan ganas. Lalu, apa hubungannya dengan kita?

Kita mencoba mengambil sedikit banyaknya pelajaran dari tingkah laku jenis manusia ini.

Kalau kita perhatikan bentuk tubuh kita, kita dapati tubuh kita tidak bau seperti mayat. Wajah kita juga tidak seram seperti zombi. Kita tidak memakan daging manusia. Tapi, perhatikanlah.

Memakan sesama jenis

Kalau kita perhatikan, tanpa disadari, mungkin tingkah laku yang kita kerjakan setiap hari sama halnya dengan yang zombi kerjakan. Kita dengan sadar atau tidak sadar, terkadang suka memakan daging manusia. Mungkin, sebagian dari kita,  ketika bertemu dengan sesama, dengan asyiknya membicarakan keburukan saudara kita sendiri. Sebagaimana yang tercantum di dalam al-Quran surat al-Hujurat ayat 12, bahwasannya orang yang membicarakan atau mencari-cari keburukan orang lain sama halnya dengan memakan daging saudaranya sendiri. Terkadang, kita ini haus akan celah-celah kesalahan orang lain. Mencari, dan menyebarkannya kepada yang lain. Dan hal itu memberikan kenikmatan dan kepuasan tersendiri.

Wajah yang seram

Ketika kita mencari atau membicarakan keburukan orang lain, seketika itu, kita juga sedang memperbanyak keburukan diri kita sendiri. Jika seandainya keburukan itu berbentuk seperti wajah, maka, kita memiliki wajah yang menyeramkan. Orang lain akan menjauh  dan merasa jijik terhadap kita. Sebenarnya, keburukan dalam hal ini begitu menyeramkan. Sebagian dari kita, berusaha menutupi keburukan dirinya sendiri dengan membuat yang lain terlihat lebih buruk dari kita sendiri.
Rasanya, ada kenikmatan dan kepuasan tersendiri yang dihasilkan dari mencari dan membicarakan keburukan saudara kita sendiri. Semakin banyak keburukan yang dibicarakan, semakin banyak dan bertambah pula kenikamatan dan kepuasannya.

Manusia liar dan ganas

Dalam keadaan seperti ini, kita bagaikan manusia yang liar dan ganas. Ketika kita sedang membicarakan keburukan saudara kita sendiri, sama halnya kita sedang mencabik-cabik tubuh saudara kita itu dengan biadab dan tanpa belas kasih.

Perbuatan kita ini bagaikan virus. Ketika zombi menggigit bagian tubuh manusia, maka manusia yang digigit itupun akan menjadi seperti dia. Orang yang terkena virus zombi itupun akan menularkan virusnya itu kepada yang lain. Tidak sedikit dari kita yang mendapatkan virus ini. Artinya, ketika seseorang membicarakan keburukan orang lain, dan kita mendengarkan keburukan tersebut. Kita, sadar atau tidak sadar dengan mudah menyampaikan keburukan itu kepada yang lain. Dan orang lain itu menjadi sama seperti kita karena terkena virus itu.

Dalam ruang lingkup yang lebih luas, musuh-musuh Islam menggunakan salah satu metode ini untuk mendapatkan dan mempertahankan kepentingannya. Mereka membuat keburukan dan kebencian diantara kelompok-kelompok Islam. Mereka mengadu domba satu kelompok dengan kelompok yang lain. Sehingga, dua kelompok itu saling bertikai dan bertengkar. Akhirnya, yang seharusnya kaum muslimin itu bersatu, kini harus terpecah belah dan saling membenci. Situasi inilah yang musuh-musuh Islam inginkan dan sisi inilah yang mereka manfaatkan untuk mendapatkan kepentingannya.

Mungkin, kita bisa sedikit banyaknya mengobati virus ini dengan selalu menjaga rahasia sesama dan membangun kepercayaan diantara kita dan saudara-saudara kita. Coba kita berusaha melihat dan mengintrospeksi diri kita sendiri. Tentunya, kita tidak mau aib kita sendiri diumbar-umbar kepada orang lain. Kita mungkin sudah terlampau sering mencelakakan saudara kita sendiri. Rahasia yang kita tidak jaga, kepercayaan yang kita abaikan dan kata-kata yang kita tidak kontrol. Mulut adalah penyimpan dan pembocor rahasia.  Seandainya, kita mampu menyimpan rahasia dengan benar, insyaallah hidup kita dan saudara-saudara kita terjaga dari bahaya. Semoga.

[qmah_science]

Belajar Hidup dari Sebuah Kisah

Suatu hari, seorang pemuda pergi ke hutan. Di tengah jalan, tiba-tiba pandangannya tertuju pada seekor singa buas. Tanpa ia sadari, ternyata singa buas itu sedang mengintai dirinya dan hendak menyerangnya. Tidak begitu lama, tiba-tiba singa buas itu meloncat, berlari kencang dan berusaha menyerangnya. pemuda itu sekuat tenaga melarikan diri dari singa buas itu. Hatinya berdebar kencang dan penuh ketakutan ketika singa buas itu hampir menerkamnya. Ia pun merasa sudah putus asa. Sambil berlari kencang ia dapati seutas tali yang tergantung di dalam sebuah sumur yang ada di hadapannya. Ia langsung lari menuju sumur itu dan mengambil tali tersebut serta masuk kedalamnya. Singa buas itu pun terus mengikutinya sampai di tepi sumur itu. Singa buas itu duduk tepat diatas tepi sumur itu sembari menunggu pemuda itu naik keatas kembali.

Ketika pemuda itu baru setengah jalan masuk ke dalam sumur  itu, ia melihat seekor ular besar yang mulutnya terbuka lebar siap memangsa dan memakan dirinya. Pemuda itu sangat ketakutan dan  wajahnya menjadi pucat. Dalam kondisi seperti itu, tiba-tiba suara asing sampai ketelinganya. Ia pun menengok keatas, didapatinya dua ekor tikus sedang berjalan diatas tali yang sedang ia pegang  dan berusaha menggigit tali tersebut. Pemuda itu berkata dalam hatinya, ”Oh Tuhan! dua tikus ini akan memutus tali ini, sehingga aku akan terjatuh dan ular besar yang ada di bawah itu akan memakanku. Oh Tuhan! Tolonglah aku, jangan sampai dua tikus ini memutus tali yang sedang aku pegang ini. Oh Tuhan! Tolonglah aku, tolonglah aku. Tidak ada yang bisa menolongku kecuali Engkau”.

Ketika pemuda itu membayangkan apa yang akan dialaminya seperti itu, ia sangat tertekan, bingung dan mengalami ketakutan yang amat sangat sembari tetap bertahan dan bergantung di tengah-tengah sumur tersebut. Bahkan, seakan-akan yang akan mengalir dari matanya bukan lagi air mata akan tetapi darah. Tiba-tiba, ia melihat sekelompok lebah madu, yang mana sarangnya tepat berada ditengah-tengah sumur tersebut. Dari mulut lebah-lebah itu mengalir madu. Ia senang sekali ketika melihat madu itu. Saking senangnya dia lupa akan singa buas, ular besar dan dua tikus itu. Dia melupakan apa yang ada di dalam sumur itu. Lupa akan ular besar  yang senantiasa menunggu dirinya. Lupa terhadap singa buas yang senantiasa duduk di atas tepi sumur itu. Dia juga lupa terhadap dua tikus yang siap memutus tali kehidupannya.

Kemudian, pemuda itu memegang tali dengan tangan kirinya dan berusaha mengambil madu dengan tangan kanannya. Belumlah banyak madu yang diambilnya, lebah-lebah itu langsung menyerang dan menggigit sekujur badannya. Akhirnya, dia tidak bisa merasakan nikmatnya madu tersebut.

Sumur yang ada di cerita itu diibaratkan dengan alam dunia. Sebuah tempat yang mana makhluk hidup berada di dalamnya. Termasuk manusia dengan segala aktivitasnya yang mereka lakukan setiap hari. Sang Pencipta membuat alam dunia ini dilengkapi dengan berbagai kebutuhan yang dibutuhkan manusia.

Tali, diibaratkan dengan usia manusia. Sang Pencipta memberikan usia ini kepada setiap manusia dengan batas waktu tertentu. Ketika waktu itu sampai pada batasannya, maka habis pula usia manusia itu untuk hidup di dunia ini. Jadi, tinggal tunggu waktunya saja.

Dua ekor tikus, diibaratkan dengan siang dan malam. Dua waktu ini adalah yang menggerogoti usia setiap manusia. Tidak pernah siang dan malam ini memberikan kesempatan dan kemurahan kepada manusia untuk berhenti sejenak atau kembali ke masa sebelumnya.

Ular besar, diibaratkan dengan kuburan. Sebuah tempat dengan ukuran tertentu yang disiapkan untuk manusia diakhir hidupnya. Mereka yang masih hidup akan mengantarkan orang yang sudah meninggal ke tempat ini. Tempat ini yang senantiasa menunggu usia manusia terhenti.

Singa buas, diibaratkan dengan kematian. Kematian adalah sesuatu yang pasti dan akan menimpa setiap manusia. Ini adalah sesuatu yang mungkin kebanyakan manusia merasa takut akannya. Mau tidak mau, suka atau tidak suka kematian itu pasti akan datang. Inilah aturan main kehidupan di dunia.

Madu, diibaratkan dengan kemewahan atau kemegahan dunia. Tidak sedikit manusia yang tergelincir dengan kemegahan dunia ini, sehingga menyimpang dari tujuan asli penciptaannya, yaitu beribadah kepada Sang Pencipta. Sebagian manusia menggunakan kemegahan dunia ini untuk sampai pada tujuan asli penciptaannya. Dan sebagian yang lain sebaliknya.

Lebah-lebah, diibaratkan dengan manusia-manusia yang tinggal di alam dunia ini. Sebagian manusia untuk mendapatkan apa yang menjadi keinginannya menggunakan cara yang baik dan benar, sesuai dengan aturan yang baik dan benar pula. Sebagian yang lain menggunakan berbagai cara apapun untuk sampai pada apa yang menjadi keingiannya. Baik dengan menyuap orang lain, mengancam, mengusir, menyakiti, menjajah atau bahkan membunuh. Dan untuk mempertahankan apa yang sudah menjadi miliknya menggunakan cara yang sama ketika mereka mendapatkannya.

[qmah_science]