Monday, November 23, 2009

Sebar Kesesatan, Selimut Propaganda Zionis Rambah Wikipedia


Sebuah organisasi propaganda Zionis yang berpusat di Amerika Utara tengah berusaha untuk merekrut sejumlah “sukarelawan”. Tugas yang diberikan kepada mereka adalah untuk mengubah dan menyimpangkan informasi yang dimasukkan di sebuah situs internet yang banyak dikunjungi. Tujuannya, sudah barang tentu untuk memberikan keuntungan bagi Israel.

Menurut pemberitaan, upaya-upaya propaganda tersebut difokuskan pada situs-situs populer seperti Wikipedia, ensiklopedia online dengan database amat besar dan data di dalamnya dapat diedit oleh siapa saja.

CAMERA, yang menyebut dirinya sebuah “komite laporan akurat Timur Tengah di kawasan Amerika,” telah memiliki sebuah tim yang terdiri dari puluhan orang Yahudi bayaran yang khusus ditugasi untuk menyebarkan propaganda.

Mereka secara berkala menyimpangkan data-data dasar yang ada hubungannya dengan tema apartheid Israel, Zionisme dan berbagai kesamaan ideologisnya dengan Nazisme, Israel negara teroris dan perlakuan biadab terhadap warga Palestina, demikian halnya dengan isu-isu lain yang berhubungan degaan konflik Israel-Palestina.

Baru-baru ini, CAMERA mengirimkan sekelompok Yahudi tukang propaganda, mereka diminta untuk memastikan bahwa data-data yang beredar di internet sudah bernada pro-Israel.

Kelompok tesebut memutuskan untuk merombak Wikipedia karena, jika ada ribuan “sukarelawan” yang berkolanorasi di ensiklopedia online tersebut, maka hasil yang dicapai akan menjadi lebih akurat, baru, dan lengkap jika dibandingkan dengan ensiklopedia cetak.

CAMERA mengirimkan 10 orang sukarelawan untuk membantu menjaga halaman-halaman yang ada hubungannya dengan Israel agar tidak diubah oleh editor-editor anti-Israel.

“Yang diperlukan untuk menjadi seorang sukarelawan hanyalah pengetahuan dasar tentang komputer. Silahkan telepon atau email kami, dan kami akan melatih Anda untuk menjadi seorang editor “sukarelawan” Wikipedia.”

CAMERA, yang dikenal dengan berbagai informasi yang penuh dusta dan tidak akurat, secara konsisten berusaha untuk membenarkan segala bentuk kejahatan perang yang dilakukan Israel terhadap warga sipil yang tidak bersalah, khususnya di Jalur Gaza.

Kelompok yang bertindak sebagai corong propaganda tentara penjajah Zionis tersebut banyak bergantung pada pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicara militer Israel, yang seringkali menyimpang dan patut dipertanyakan.

Dalam beberapa kejadian, kelompok tersebut menyatakan bahwa pembantaian warga sipil Palestina oleh tentara penjajah Israel hanyalah sebuah “kesalahan”. Mereka juga mengatakan bahwa langkah-langkah tersebut seringkali dilakukan untuk “meminimalkan korban jiwa dari kalangan sipil.”

Pada awal tahun ini, militer Zionis melancarkan sebuah serangan yang lebih pantas disebut sebagai genosida. Serangan tersebut dilancarkan terhadap Jalur Gaza, sebuah daerah miskin yang nyaris tidak terlindungi.

Dalam agresi militer tersebut, Israel membantai dan mencederai ribuan orang warga sipil yang tidak bersalah, termasuk di antaranya ratusan orang anak-anak.

Selain itu, sebuah pengeboman udara camerawh2berkepanjangan yang dilakukan oleh angkatan udara Israel telah menghancurkan lebih dari enam ribu rumah milik warga Palestina, serta ratusan buah fasilitas umum, termasuk lebih dari seratus buah masjid.

CAMERA, yang juga beranggotakan para agen Shin Bet dalam jajaran stafnya, menyerang laporan Goldstone yang baru-baru ini dipublikasikan, mereka menuding hakim Yahudi asal Afrika Selatan tersebut melaporkan informasi yang “tidak akurat”.

Laporan Goldstone, yang dibuat berdasarkan data rinci yang berasal dari keterangan langsung para korban, menuding Israel telah dengan sengaja melancarkan kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan dalam serangan yang berlangsung selama 21 hari tersebut.

Data yang termaktub dalam laporan Goldstone tersebut diperkuat dengan kesaksian-kesaksian dari para serdadu Israel yang turut ambil bagian dalam pembantaian tersebut.

Israel, yang tampaknya takut dan tidak ingin mendapatkan kecaman internasional, menampik tawaran untuk bekerjasama dengan komisi Goldstone dalam menyelidiki kejahatan perang tersebut. []

sumber: suaramedia




0 komentar: